Passion: yang Tidak Pernah Bosan

Passion ya? Menurut lo, passion itu apa? Pernah nggak lo dalam fase di mana lo harus keep going dengan passion lo atau terjebak dalam kondisi yang ternyata itu bukan passion lo?

Passion bagi gue adalah sesuatu yang nggak akan pernah bikin lo bosan. Dan ya, gue menemukan passion gue. Seperti: menulis, art dan design. FYI, gue sekarang ini ada di akhir perkuliahan gue, di jurusan Pendidikan Fisika. Yap, sesuatu yang sangat kontras sekali dengan passion gue.

Kenapa dulu gue nggak ambil jurusan Bahasa?

Kenapa dulu gue nggak ambil jurusan seni atau DKV at least?

Jawabannya adalah, saat dulu gue SMA, gue belum tahu passion gue apa. Saat itu gue masih mau menikmati hidup gue, nggak mikir bakal kuliah di mana. Saat pemilihan jurusan, gue cuman minta pendapat bokap dan nyokap gue. Nyokap gue nyaranin ambil Bhs. Inggris atau Fisika, sementara bokap gue nyaranin ambil Teknik Informatika. So yeah, saat itu gue tahu kalau jurusan Teknik Informatika lebih cocok buat gue pilih, dan malah terjebur di pilihan kedua. Fisika.

Apa gue menyesal?

Sedikit.

Dulu saat gue udah lelah belajar Mekanika, Thermodinamika, Astronomi, Astrofisika, Praktikum, Elektro, Biologi Dasar, Matematika Dasar, dan sebagainya, gue bakal nggak ke kampus dan akhirnya ngulang di beberapa mata kuliah. Lingkungan di kelas gue saat itu pun, gue merasa nggak mendukung gue. Terasa banget jiwa kompetitf dan pengotakan. Kayak yang pinter sama yang pinter gitu. Dan gue lelah dengan orang-orang kayak gitu.

Dari kekesalan gue terhadap Fisika, pelampiasan gue adalah menulis. Gue serasa di dimensi lain saat tenggelam dalam tulisan yang gue ciptakan. Juga, menggambar. Dari salah jurusan ini, gue malah menemukan passion gue yang sebenarnya. Terus, sia-sia dong gue kuliah 7 tahun di Fisika?

Nggak ada yang namanya sia-sia, kuliah gue ini bisa dijadikan bekal. Entah kapan akan berguna, gue yakin bakal berguna suatu saat nanti. Tbh, gue iri sama anak-anak muda yang sudah menemukan passionnya and fight for it.

Percayalah, lo yang masih muda sudah menemukan apa yang lo mau dan lo percayai, apa yang lo lakuin bakal terasa ringan walaupun halangannya ada aja, dan berat banget. Karena apa? Karena lo senang melakukannya.

Advertisements

4 thoughts on “Passion: yang Tidak Pernah Bosan

  1. hxagoncrumb says:

    Aku sekarang ada dalam masa dimana aku merasa lelah dengan lingkungan kelas dimana yang rajin dengan yang rajin, dan temen yang rajin meninggalkan temannya yang nggak rajin dan terlihat malah nggak mendukung sama sekali. And, yes! pelarianku juga menulis kak, tapi kadang mereka suka mencibir ‘Lo nulis cerita aja lancar, apa kabar tugas lo?’ dan suka kesel sama cibiran itu, mereka seolah tutup mata sama kemampuan aku yang pas-pasan tapi gak pernah mau nolong taunya cuma nyibir *aku malah curhat*

    ya intinya sekarang pelarianku nulis sama baca aja biar aku gak stress-stress banget sama perkuliahan yang ruwet ini huhu

    Like

    • larasatylaras says:

      gue juga ngalamin apa yang dinamakan, “lo males banget kuliah, nulis aja rajin!”. Gue awalnya kesel sama omongan kayak gitu, karena gue males kuliah salah satu faktornya adalah orang-orang yang underestimate sama kemampuan gue di kelas. Karena mereka tahu gue nggak mampu, dan akhirnya mereka milih buat nggak memperdulikan gue.
      But, time heals. Cuman ya lama, sampai akhirnya gue milih speak up tentang problem gue ke temen-temen gue, tentang apa yang gue rasain, dan pada akhirnya mereka bisa ngerti. Daripada nunggu temen gue ngedeketin gue duluan, gue memilih untuk mendekati mereka duluan. Menurunkan ego gue sendiri.
      Tapi gue juga membuktikan ke temen-temen gue kalau semalas-malasnya gue kuliah, gue masih mau berubah, gue masih aktif berkegiatan sosial, gue terus aktif menulis. Sekarang ini, hubungan gue sama temen-temen sekelas bisa dibilang nyaman. Mereka nggak capek buat ngingetin gue untuk rajin ngerjain TA, dll.
      Pilihannya sekarang ada di lo, mau terus kayak gitu, apa lo mau cerita dan share ke temen-temen lo.

      Like

  2. Qoqo Zero says:

    Ah masa SMA penuh dengan segala sesuatu yang nggak pasti. Apalagi mikir kuliah. Pengen kemana? Ambil apa? Passion lo gambar, ambil aja seni. Tapi kepikiran juga gimana kalo nantinya nggak kuat. Gue cuma bisa gambar pas-pasan. Tanya orang tua, malah beda banget dari ekspektasi. Takutnya malah nyesel di kemudian hari.

    Like

    • larasatylaras says:

      Passion nggak selalu bisa jadi lahan kerja lo atau jurusan kuliah lo. Tapi, akan lebih bagus begitu. Gue dulu ngikutin apa orang tua aku, ngambil jurusan yang nggak gue banget. Yap, gue menyesal, dan yang gue lakukan, adalah mebagi segala keresahan dan kesulitan gue selama kuliah. Tapi, selanjutnya gue memilih untuk nggak terus menyesal, gue cari hal lain. Yaitu, bermain-main dengan passion gue. And it was good now.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s