Category Archives: Shout Out

Perempuan yang Tahu Batas

Sebenarnya, draft ini sudah tersimpan lama setelah gue nonton film Kartini, beberapa bulan lalu. Tahu apa yang gue rasakan? Rasanya kayak ada gemuruh di dada gue. Perempuan Indonesia, layaknya nonton film tersebut dan menjadikan sebuah refleksi dalam hidupnya.

Gue nulis ini, karena kegelisahan yang sudah meredam, tiba-tiba muncul kembali.

Apa yang Kartini ajarkan tentang emansipasi wanita?

Mendapatkan hak yang sama dengan kaum Pria? Hak apa?

Selama gue menonton film, hak yang Kartini maksud adalah hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Screenshot_2017-06-15-14-08-45-84 Continue reading Perempuan yang Tahu Batas

Advertisements

Passion: yang Tidak Pernah Bosan

Passion ya? Menurut lo, passion itu apa? Pernah nggak lo dalam fase di mana lo harus keep going dengan passion lo atau terjebak dalam kondisi yang ternyata itu bukan passion lo?

Passion bagi gue adalah sesuatu yang nggak akan pernah bikin lo bosan. Dan ya, gue menemukan passion gue. Seperti: menulis, art dan design. FYI, gue sekarang ini ada di akhir perkuliahan gue, di jurusan Pendidikan Fisika. Yap, sesuatu yang sangat kontras sekali dengan passion gue.

Kenapa dulu gue nggak ambil jurusan Bahasa?

Kenapa dulu gue nggak ambil jurusan seni atau DKV at least?

Jawabannya adalah, saat dulu gue SMA, gue belum tahu passion gue apa. Saat itu gue masih mau menikmati hidup gue, nggak mikir bakal kuliah di mana. Saat pemilihan jurusan, gue cuman minta pendapat bokap dan nyokap gue. Nyokap gue nyaranin ambil Bhs. Inggris atau Fisika, sementara bokap gue nyaranin ambil Teknik Informatika. So yeah, saat itu gue tahu kalau jurusan Teknik Informatika lebih cocok buat gue pilih, dan malah terjebur di pilihan kedua. Fisika.

Apa gue menyesal?

Sedikit.

Dulu saat gue udah lelah belajar Mekanika, Thermodinamika, Astronomi, Astrofisika, Praktikum, Elektro, Biologi Dasar, Matematika Dasar, dan sebagainya, gue bakal nggak ke kampus dan akhirnya ngulang di beberapa mata kuliah. Lingkungan di kelas gue saat itu pun, gue merasa nggak mendukung gue. Terasa banget jiwa kompetitf dan pengotakan. Kayak yang pinter sama yang pinter gitu. Dan gue lelah dengan orang-orang kayak gitu.

Dari kekesalan gue terhadap Fisika, pelampiasan gue adalah menulis. Gue serasa di dimensi lain saat tenggelam dalam tulisan yang gue ciptakan. Juga, menggambar. Dari salah jurusan ini, gue malah menemukan passion gue yang sebenarnya. Terus, sia-sia dong gue kuliah 7 tahun di Fisika?

Nggak ada yang namanya sia-sia, kuliah gue ini bisa dijadikan bekal. Entah kapan akan berguna, gue yakin bakal berguna suatu saat nanti. Tbh, gue iri sama anak-anak muda yang sudah menemukan passionnya and fight for it.

Percayalah, lo yang masih muda sudah menemukan apa yang lo mau dan lo percayai, apa yang lo lakuin bakal terasa ringan walaupun halangannya ada aja, dan berat banget. Karena apa? Karena lo senang melakukannya.